Cerita pendek merupakan sebuah cerita pendek yang berisi narasi tunggal.
DIBALIK KEYAKINAN
Aku adalah seorang anak dari keluarga
yang bisa dibilang sederhana. Aku tinggal di salah satu tempat yang jauh dari
keramaian. Setiap hari waktuku, ku habiskan untuk membantu orangtuaku di kebun
karena aku sudah putus sekolah, dikarenakan aku tidak punya biaya untuk
melanjutkan ke jenjang pendidikan SMA. Kadang aku suka berpikir dan merenung
untuk sekolah lagi dan bermain bersama teman-temanku, namun hal itu hanya angan
semata karena hidupku tidak seberuntung mereka. Tapi aku tetap tegar walaupun
nasibku begini. Aku yakin suatu saat aku bisa menjadi orang sukses dan bisa
sekolah lagi serta dapat membahagiakan orang - orang yang ada disekitarku,
terutama orang tuaku. Asal aku mau berusaha sekuat tenaga dan terus berdoa
sebaik-baiknya kepada Allah SWT aku yakin,
aku akan dapat mewujudkan semua cita - citaku.
Aku masih percaya akan sebuah keajaiban dan mukjizat dari tuhan.
Pada suatu hari aku pergi ke kota untuk
bekerja di sebuah warung makan. Hari pertama aku berkerja di sebuah warung
makan, di dalam hati aku bertekad untuk berkerja keras supaya bisa membantu
perekonomian keluargaku, setelah aku berkerja ternyata aku merasakan bahwa
mencari uang yang halal itu sangat sulit tidak semudah kita menghambur
hamburkannya untuk sekedar barang yang tidak penting.
Letih, mungkin orangtuaku lebih…
Cape, mungkin orangtuaku lebih..
Setelah beberapa bulan aku berkerja,
akhirnya aku sudah bisa mengumpulkan sedikit demi sedikit uang untuk hari
minggu nanti aku bawa untuk pulang ke kampung halaman. Rasa rinduku terhadap
orangtuaku yang jauh di sana sudah mulai terasa aku mencoba menguatkan diri
sendiri. Hari minggu yang aku tunggu pun telah tiba rasa rindu yang memuncak
seakan bisa kulepaskan di hari ini, cairan bening itu menetes tak henti aku
terus memeluk orang yang paling berjasa dalam hidupku ini seorang wanita yang
sangat aku hargai dan cintai wanita itu, adalah Ibuku.
Aku memeluk ibuku begitu erat rasanya
rindu ini begitu besar. Setelah melepas rasa rindu itu ibu ayahku dan aku
sedang berkumpul di ruang tengah kami sedang ngobrol santai dan menceritakan
pengalaman aku pertama kali berkerja. Tapi di tengah obrolan santai tersebut
tiba tiba ayahku berkata..
“Tahun ini kamu lanjutkan sekolah lagi
ya nak” tiba tiba ayahku berkata seperti itu dan entah apa yang aku rasakan intinya
aku merasakan kebahagian yang luar bisa.
Pada saat itu aku benar - benar bahagia
sampai aku bersujud syukur kepada allah dan inilah keajaiban yang Allah
janjikan untuk aku dan aku merasa bersyukur atas apa yang telah aku lalu karena
itu sebagai pelajaran yang berharga yang bisa aku ambil hikmahnya di suatu saat
nanti. Sekarang aku sudah bersekolah kembali di sebuah sekolah SMA, aku merasa
bahagia karena aku bisa melanjutkan impian dan cita citaku yang sempat terhenti
dan aku akan mewujudkanya dengan cara bersekolah. Sekarang aku akan berjuang
untuk orang yang memperjuangkanku. orangtuaku berjuang untuk bisa
menyekolahkanku dan aku berjuang untuk bisa membanggakan kedua orangtuaku
dengan semangat untuk sekolah dan belajar.
Aku berharap semua yang aku cita-citakan
akan seperti apa yang aku inginkan, Walaupun harapan sering tidak sesuai dengan
keinginanku. Mungkin hatiku akan merasa sakit, tapi aku mencoba menyakinkan
hati kalau semua adalah garis hitam di dalam hidupku. Semua manusia, memiliki
harapannya sendiri. Entah itu tentang Cinta, Harta, Keluarga, Sahabat, Orang
Tua, maupun tentang Kehidupannya. Tuhan... Dia yang ciptakan kita, dan Dialah
pemberi Harapan besar pada kita. Jika Tuhan berkehendak, maka terwujudlah
sebuah harapan. Namun jika tidak, Tuhanlah yg berhak hancurkan sebuah harapan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar